ILMU KESEHATAN: Penyakit cancer/ Kanker
Tampilkan postingan dengan label Penyakit cancer/ Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit cancer/ Kanker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 September 2017

Tes Pemeriksaan Untuk Penyakit Kanker Darah

Tes Pemeriksaan Untuk Penyakit Kanker Darah - Pemeriksaan awal adalah cara untuk mengenali keberadaan penyakit sebelum penderita mengalami gejala-gejala penyakit kanker darah tersebut. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit kanker tertentu. Meski demikian, tidak semua jenis kanker dapat diperiksa dan dideteksi pada stadium awal.
Skrining (screening) adalah salah satu cara utama untuk mendeteksi kanker stadium awal termasuk kanker darah, sangat membantu untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dalam pengobatan kanker. Tetapi metode skrining pada kanker bermacam-macam, letak kanker yang berbeda, metode yang digunakan pun berbeda.
Tes Pemeriksaan Untuk Penyakit Kanker Darah
Tes Pemeriksaan Untuk Penyakit Kanker Darah
Bagaimana cara memilih cara skrining yang tepat? Ahli dari Modern Hospital Guangzhou menuturkan, sakarang ini, metode skrining pada kanker, baik yang invasif maupun yang non-invasif, sebisa mungkin dahulukan yang non-invasif, non-radiasi, seperti USG. Tetapi jika pemeriksaan-pemeriksan ini tidak dapat mendeteksi penyakit, sebaiknya lakukan skrining yang bersifat invasif dan radiasi.

Berikut ini beberapa metode skrining yang sering digunakan unutk tes kanker darah dan penggunaannya yang tepat :

  1. USG
Ekonomis dan nyaman, non-invasif, tidak ada efek samping. merupakan salah satu metode skrining yang sering digunakan dalam kanker.
Penggunaan : Tumor abdomen, seperti kanker ginjal, kanker hati, tumor panggul, seperti kanker endometrium, kanker panggul, kanker ovarium, tumor payudara dan tumor leher, digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keganasan tumor, lokasi, ukuran dan sebagainya.
Frekuensi pemeriksaan : Untuk orang normal 1 kali dalam setahun. Bagi orang berusia 35 tahun ke bawah yang memiliki risiko kanker payudara tinggi, disarankan melakukan USG 1 kali dalam setahun, sedangkan bagi yang berusia 40 tahun ke atas melakukan skrining mamografi yang digabungkan dengan USG.
Yang harus diperhatikan : 3 hari sebelum melakukan USG pada saluran pencernaan, sebaiknya hindari mengkonsumsi susu, kacang-kacangan dan makanan yang memicu gas fermentasi lainnya; 1 hari sebelum melakukan pemeriksaan sebaiknya melakukan diet ringan; pada hari pemeriksaan perut harus dikosongkan, dilarang makan dan minum. Sebelum melakukan USG pada panggul diharuskan menjaga cairan pada kandung kemih, tetapi 2 jam sebelum pemeriksaan sebisa minum sekitar 1000 ml air. Untuk USG pada vagina, kandung kemih harus dalam keadaan kosong.
  1. Tes darah.
Luka yang diakibatkan kecil, tidak mempunyai efek samping. tes darah biasa digunakan untuk menelusuri fungsi normal dari tiap-tiap organ dan sebagai tumor-marker, merupakan metode penunjang dalam mendeteksi kanker stadium awal, selain itu, juga bisa untuk memantau kekambuhan pada kanker.
Penggunaan : merupakan metode penunjang pada kanker prostat, kanker hati, kanker ovarium, kanker usus, kanker paru-paru, kanker lambung, dll.
Frekuensi pemeriksaan : Untuk tumor-marker sebaiknya dilakukan 1 kali pemeriksaan dalam setahun, terlebih bagi orang-orang dengan risiko kanker yang tinggi. Jika hasil pemeriksaan terdapat kejanggalan, sebaiknya melakukan pemeriksaan kembali 2-3 kali, meminimalkan terjadinya peradangan.
Yang harus diperhatikan : Penanda kelainan secara numerik, dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari tumor, tetapi bagi penyakit non-tumor, misalnya peradangan, masa kehamilan, diabetes dan penyakit lainnya, yang mungkin dapat menyebabkan tumor marker meningkat. Karena itu, jika pada hasil pemeriksaan terdapat kejanggalan, sebaiknya dilakukan CT-scan, dan USG untuk memperjelas.
  1. X-ray
Non-invasif, nyaman, sinar radiasi yang berlebih dapat menyakiti tubuh pasien.
Penggunaan : Sering digunakan untuk mendiagnosa kanker pada bagian dada, misalnya kanker paru-paru, kanker payudara.
Frekuensi pemeriksaan : Perokok berusia menengah ke atas dan yang berusia 50 tahun dan berisiko tinggi terkena kanker payudara seharusnya memperhatikan pemeriksaan, disarankan melakukan pemeriksaan 1 kali dalam setahun.
Yang harus diperhatikan : Sebisa mungkin kurangi terkena langsung pada penyinaran, sebaiknya hanya bagian yang dimaksud saja, meminimalkan waktu penyinarannya. Selain itu, anak-anak, orang hamil, dan bagi wanita yang ingin melahirkan pada usia muda sebaiknya menghindari radiasi sinar X.
  1. Pap smear
Tidak ada rasa sakit, tidak ada efek samping, keakuratannya lebih terjamin. Merupakan metode utama dalam skrining kanker serviks.
Penggunaan : kanker serviks
Frekuensi pemeriksaan : pada 3 tahun pertama bisa melakukan 1 kali pap smear dalam setahun. Bagi yang berusia 30 tahun ke atas dapat diperiksa melalui faktor risikonya, jika setelah dilakukan 3 kali atau lebih pemeriksaan dan hasilnya negatif, dapat mengurangi jumlah pemeriksaan.
Yang harus diperhatikan : pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat tidak dalam masa haid.
jika terjadi infeksi ginekologi atau peradangan akut, sebaiknya menunggu sakit yang anda rasakan sembuh baru melakukan pemeriksaan, 24-48 jam sebelum melakukan pemeriksaan jangan membersihkan bagian vagina.

Klasifikasi Jenis Penyakit Kanker Darah

Klasifikasi Jenis Penyakit Kanker Darah - Tipe Leukemia- Leukemia; dalam bahasa Yunani leukos λευκός, “putih”; aima αίμα, “darah”), atau lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (istilah medis: neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih).
Tipe Leukemia- Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.
Klasifikasi Jenis Penyakit Kanker Darah
Klasifikasi Jenis Penyakit Kanker Darah
Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.
Kanker darah atau yang lebih dikenal dengan istilah leukemia merupakan salah satu jenis penyakit mematikan yang amat ditakuti. Penyakit ini sering kali ditandai dengan adanya peningkatan jumlah sel darah putih dalam jumlah yang sangat besar dan lebih dari keadaan normalnya pada aliran darah.
Namun dalam beberapa kasus juga mungkin terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang membuat para penderita mengalami anemia. Setelah itu maka akan terjadi kerusakan pada sumsum itulah yang dapat berakibat fatal pada semakin menurunnya jumlah sel darah putih yang diproduksi oleh tubuh.
Dan dalam keadaan penurunan sel darah putih secara signifikan maka kekebalan tubuh pun berkurang sehingga penyakit pun mudah menyerang dan berkembang pada tubuh penderita.
Secara umum kita dapat mengelompokkan kanker darah ini ke dalam 4 Tipe Leukemia. Yang diantaranya adalah kanker darah limfositik akut, kanker darah limfositik kronik, kanker darah mielositik akut serta yang terakhir adalah kanker darah mielositik kronik.

Pada jenisnya penyakit kanker darah itu dibedakan menjadi dua jenis yang mana diantaranya adalah Leukemia Kronis dan Leukemia Akut. Dan mengenai type nya penyakit ini juga terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Tipe Leukemia Kronis : Pada awal penyakit, sel-sel leukemia ini masih bisa melakukan beberapa fungsi sel darah putih secara normal. Pada tahap ini biasanya penderita tidak memiliki gejala apapun, dan Dokter biasanya mendeteksi dini penyaki leukemia kronis pada penelitian rutin.
Dan perlahan leukemia kronis ini akan memburuk, karena seiring berjalannya waktu jumlah sel-sel leukemia akan terus meningkat yang pada akhirnya akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening atau infeksi. Pada awal gejala pasi ringan namun seiring berjalannya waktu akan terus memburuk.
  1. Tipe Leukemia Akut : Sel-sel leukemia tidak dapat menjalakan pekerjaan sel darah putih normal. Jumlah sel leukemiapun akan terus meningkat secara pesat. Leukemia akut bisa ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan dan memburuk, dan apabila tidak segera diobati maka penderita dapat meninggal hanya dalam hitungan minggu atau bahkan hari.
Leukemia bisa juga diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena, yaitu limfosit ataupun myeloid . Leukemia yang mempengaruhi sel-sel limfoid disebut limfoid, limfositik, atau lymphoblastic leukemia. Leukemia yang mempengaruhi sel-sel myeloid disebut myeloid, myelogenous, atau myeloblastic leukemia.
Ke empat Tipe Leukemia ini memiliki berbagai gejala yang berbeda yang beberapa diantaranya akan saya jabarkan pada ulasan berikut ini:
  1. Pada Tipe Leukemia yang pertama adalah limfositik akut, ini dapat banyak kita jumpai menyerang pada anak-anak. kanker darah tipe ini disinyalir kuat berdasarkan faktor genetik atau keturunan. Jadi ketika ada anggota keluarga yang menderita kanker ini maka besar kemungkinan akan mengalami kanker pada generasi setelahnya.
Tipe Leukemia- Selain itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang diantaranya adalah karena imunologik, faktor kurangnya ketahanan terhadap berbagai macam zat kimia hingga kurang mampunya tubuh seorang anak terhadap pengaruh dari radiasi.
  1. Selanjutnya ada Tipe Leukemia limfositik kronik. Ini merupakan Tipe Leukemia- yang paling ringan dan biasa terjadi pada manusia dengan rentang usia antara 45 hingga 60 tahun. Penyebab utama dari kanker ini adalah karena faktor genetik.
  2. Tipe Leukemia mielositik. Ini merupakan jenis kanker yang sangat berbahaya karena ini merupakan sebuah keadaan dimana sel darah putih banyak mengandung granula dan dapat merusak sumsum tulang.
4.Terakhir ada Tipe Leukemia mielositik kronik yang merupakan sebuah fase kronik dari kanker. Yang ditandai dengan adanya peningkatan granulosit disertai dengan anemia, penurunan berat badan, pembesaran limpa dan terkadang juga disertai dengan naiknya suhu tubuh.

Penjelasan Penyakit Kanker Darah Atau Leukimia

Penjelasan Penyakit Kanker Darah Atau Leukimia - Leukemia atau kanker darah adalah kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini ditandai dengan perubahan sel yang tak normal. Leukemia sendiri berarti sel darah putih. Disebut begitu karena pasien leukemia memiliki banyak sel darah putih dalam jumlah yang tak normal.
Penjelasan Penyakit Kanker Darah Atau Leukimia
Penjelasan Penyakit Kanker Darah Atau Leukimia

Leukemia / Kanker Darah diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.
Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat tipe sebutan;
  • Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
  • Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  • Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
  • Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Penyebab Penyakit Kanker Darah Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit kanker darah / leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
  • Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  • Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  • Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  • Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Darah Leukemia

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
  • Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
  • Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
  • Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
  • Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
  • Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
  • Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
  • Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Jenis Penyakit Kanker Darah

Jika sering mengalami pendarahan seperti mimisan, atau pendarahan pada pada gigi atau gusi maka bisa kemungkinan jika sedang mengalami penyakit kanker darah. Karena salah satau gejala dari penyakit kanker darah merupakan sering mengalami pendarahan yang sebab nya tidak jelas. Jika keadaan tubuh mengalami kelainan hingga memproduksi sel darah putih terlalu banyak, maka hal itu marah. Penyakit ini terjadi, karena ada nya sel kanker di dalam tubuh yang menyerang sum sum tulang, sehingga merupakan keadaan tubuh yang sedang mengalami penyakit kanker dum sum tulang mengalami kerusakan dan memicu untuk produksi sel darah putih, sehingga sel darah putih di dalam tubuh jumlah nya tidak seimbang dengan sel darah merah.
Jenis Penyakit Kanker Darah  Penyakit kanker darah atau penyakit leukemia memiliki beberapa jenis, yang mungkin saja terjadi pada siapapun dari mulai dewasa atau pun menyerang anak anak. dan jenis dari penyakit ini sebagai berikut :

Jenis Penyakit Kanker Darah

Penyakit kanker darah atau penyakit leukemia memiliki beberapa jenis, yang mungkin saja terjadi pada siapapun dari mulai dewasa atau pun menyerang anak anak. dan jenis dari penyakit ini sebagai berikut :
  1. Leukemia mielogen
Jenis kanker darah leukemia mielogen merupakan kanker darah yang dapat menyebabkan aliran darah menjadi tersumbat. Karena jenis penyakit ini akan akan menciptakan atau memicu untuk sel darah akan berbentuk mieloid yang dapat menyumbat. Jenis seperti ini bisa dialami oleh anak anak atau pun orang dewasa.
  1. Leukemia limfotik kronis
Jenis penyakit seperti ini cukup berbahaya, karena tidak akan menimbulkan gejala atau ciri ciri yang terlalu menonjol sehingga tidak dapat di ketahui dengan mudah. penyakit ini banyak nya akan dialami oleh orang dewasa, dan baru akan di ketahui jika keadaan nya sudah cukup parah.
  1. Leukemia mielogen kronis
Penyakit ini juga bisa di sebut dengan kanker darah yang parah, karena memiliki dua tahap atau dua gejala yang dapat terjadi. Pada tahap awal jenis penyakit kanker ini sel kanker di dalam tubuh perkembangan nya sangat lambat atau hanya perlahan saja. tetapi semakin lama perkembangan sel kanker akan semakin cepat dan bertambah banyak. anak anak jarang untuk menderita jenis penyakit kanker seperti ini.
  1. Leukemia limfotik
Jenis penyakit yang menyerang anak anak merupakan jenis kanker darah limfotik, tetapi bukan nya tidak ada kemungkinan jika orang dewasa juga akan mengalami nya. pada saat jenis akan memicu untuk terjadi nya infeksi tubuh yang cukup sering.

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.
Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:
  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  • Sakit kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  • Nyeri pada tulang atau sendi.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.
Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Tetapi terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker darah, risiko Anda untuk terkena kanker yang sama akan meningkat.
  • Kelainan genetik, misalnya sindrom Down.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pengaruh kelainan darah yang diderita, misalnya myelodysplastic syndrome.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

6 Gejala Kanker Darah Pada Anak Yang Dapat Anda Kenali

6 Gejala Kanker Darah Pada Anak Yang Dapat Anda Kenali -  Kanker darah biasa dikenal dengan leukemia merupakan suatu kondisi yang mana sel darah putih lebih banyak daripada sel darah merah. Terjadinya leukemia disebabkan oleh kondisi sel darah putih yang abnormal sehingga sel darah putih merusak sel darah merah di dalam tubuh. Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang masuk ke dalam jenis kanker yang paling mematikan di dunia. Kanker darah dapat menyerang individu dewasa maupun anak dan balita. Oleh karena itu perlu dilakukan pengenalan lebih detail apa saja yang dapat menyebabkan kanker darah dan gejala apa saja yang tampak sehingga dapat dilakukan deteksi dini agar penderita kanker dapat diberikan penanganan dengan segera.
6 Gejala Kanker Darah Pada Anak Yang Dapat Anda Kenali

Gejala kanker darah pada orang dewasa dan anak-anak hampir serupa. Hanya saja Anda perlu lebih peka jika gejala tersebut muncul pada anak-anak. Hal ini dikarenakan rata-rata anak dan balita masih belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakan kepada orang dewasa dengan jelas. Berbeda dengan orang dewasa.

Berikut ini merupakan gejala kanker darah pada anak yang dapat Anda kenali:

  1. Pendarahan meskipun hanya karena luka ringan
Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas anak sangat aktif. Sehingga tidak menutup kemungkinan anak akan terjatuh sehingga permukaan kulit menjadi terbuka. Pada jaringan kulit terdapat pembuluh kapiler darah, sehingga jika jaringan kulit terbuka, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan pendarahan. Pendarahan terjadi karena keping darah merah mengalami kerusakan sehingga benang fibrin tidak dapat terbentuk untuk menutup jaringan kulit yang terbuka. Jika anak Anda menunjukkan tanda umum tersebut, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui secara pasti kondisi anak.
  1. Penurunan berat badan dengan drastis
Ketika anak merasa kurang nyaman dengan kondisi tubuhnya, anak akan mengalami penurunan nafsu makan. Sehingga ia cenderung kurang banyak menerima kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh. Hal ini sangat perlu diwaspadai teruama jika disertai dengan anak muntah-muntah dan sering mengalami pendarahan lewat lubang hidung atau biasa disebut mimisan.
  1. Kehilangan keseimbangan tubuhnya
Jika Anda sering mengamati perilaku anak Anda ketika mereka beraktifitas, tentu Anda dapat merasakan jika terjadi perubahan pada perilaku mereka. Salah satu hal adalah ketika Anda merasa anak Anda sering terjatuh tanpa sebab yang jelas.
  1. Permukaan kulit yang memar atau bagian tubuh yang bengkak
Cukup sulit memang untuk mengontrol kondisi anak secara mendalam dengan aktivitas mereka yang sangat bervariasi. Jika Anda tiba-tiba melihat ada permukaan kulit yang memar tanpa sebab yang jelas seperti benturan atau pukulan, maka patut Anda waspadai. Hal ini dikarenakan darah yang ada di dalam pembuluh darah mengalami perubahan, sehingga mempengaruhi warna permukaan kulit.
  1. Anak mulai sering menangis
Saat mengalami kondisi yang kurang nyaman, anak cenderung menangis. Hal ini dikarenakan kosakatanya yang masih sangat terbatas. Hal ini seringkali terjadi terutama pada balita. Tentu sangat penting bagi Anda untuk mengenali arti dari tangisan anak Anda agar jika ada permasalahan kesehatan dapat segera mendapatkan pertolongan. Oleh karena itu, untuk menghindari anak terserang kanker darah, paling tidak lakukan upaya untuk memberikan makanan pencegah kanker darah.
  1. Mengalami sulit tidur
Sulit tidur bagi Anak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya adalah nyeri pada persendian. Jika mereka mengungkapkan rasa sakit pada tubuhnya dan hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka lebih baik Anda segera memeriksakan pada dokter. Bisa jadi nyeri tersebut disebabkan oleh sel kanker yang telah melakukan penyebaran pada di sistem saraf disekitar sum-sum tulang belakang.
gejala tersebut tidak semua akan dialami oleh anak yang didiagnosa menderita kanker darah. Namun demikian, Anda harus tetap mengambil sikap siaga ketika anak mengalami perubahan kondisi, meskipun tidak semua gejala tersebut merupakan tanda anak Anda menderita kanker darah. Selain mengenali gejala awal, Anda juga perlu memahami apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kanker darah.

Minggu, 24 September 2017

Ciri-Ciri Penyakit Kanker Darah Stadium 1

Ciri-ciri kanker darah perlu Anda ketahui supaya Anda bisa mengatasinya sejak dini jika kanker tersebut mulai menyerang Anda. Kanker darah ini adalah salah satu kanker yang sering merenggut banyak nyawa, sehingga banyak penderitanya yang merasa pesimis saat mereka divonis terkena penyakit mematikan tersebut.
Ciri-Ciri Penyakit Kanker Darah Stadium 1
Ciri-Ciri Penyakit Kanker Darah Stadium 1
Penyakit kanker darah ini biasanya disebabkan dari radiasi pada lingkungan, misalnya radiasi bom nuklir. Radiasi tersebut menyebabkan gangguan-gangguan pada sel darah Anda yang menyebabkan pertumbuhan sel darah putih menjadi tak terbatas. Jika Anda ingin mengetahui ciri-ciri orang yang terkena penyakit kanker darah, simak informasi berikut ini.

Berikut ini ada beberapa tanda awal kanker darah yang mungkin patut diwaspadai untuk mencegahnya berkembang ke tingkat yang lebih parah:

  1. Berat badan menurun drastis
Berat badan yang menurun secara secara drastis dan tiba-tiba. Penurunan berat badan ini mungkin juga disebabkan oleh gejala penyakit lain. Tapi, bagaimanapun juga ada baiknya Anda memeriksakan diri Anda, terutama jika penurunan berat badan Anda dirasa mencurigakan.
  1. Laporan darah yang abnormal
Ada baiknya jika Anda memeriksakan darah Anda secara rutin. Hal ini bermanfaat untuk memantau kesehatan darah Anda. Jika suatu saat Anda menemukan ada jumlah yang abnormal pada darah Anda, baik itu darah merah maupun darah putih, sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter spesialis.
Laporan darah yang abnormal ini sangat berpotensi merupakan awal dari kanker darah yang berbahaya.
  1. Daya tahan tubuh menurun
Jika Anda merasa sering sakit dan mudah tertular penyakit, bisa jadi Anda sedang mengalami gejala awal kanker darah. Hal ini disebabkan sel darah putih yang bertugas menjaga kekebalan tubuh menjadi abnormal dan tidak sempurna sehingga lemah dalam melawan bakteri atau virus yang menyerang.
  1. Lemas dan sering lelah
Tanda-tanda awal kanker darah yang mungkin bisa dirasakan adalah rasa lemas dan sering lelah. Rasa kelelahan dan tubuh dan lemah memang bisa saja disebabkan oleh hal lain, seperti bekerja terlalu berat, kurang beristirahat, dan lain-lain.
Namun, jika Anda sering merasakannya, meski Anda sudah istirahat cukup dan tidak banyak beraktivitas, ada baiknya Anda melakukan tes darah untuk bisa mendeteksi keberadaan kanker sedini mungkin.
  1. Rasa nyeri disertai demam dan menggigil
Apakah Anda sering merasa nyeri di persendian dan tulang belakang Anda? Rasa nyeri yang Anda rasakan bisa jadi disebabkan oleh sumsum tulang belakang yang sedang digerogoti kanker.
Selain itu, pasien kanker darah juga bisa merasakan nyeri di bagian perutnya. Kanker darah yang dialami akan menyebabkan sel darah putih berjumlah sangat banyak dan terkumpul di area ginjal, hati dan empedu. Hal ini menyebabkan organ-organ tersebut membengkak dan terasa nyeri. Akibatnya, pasien akan mengalami demam dan menggigil sebagai reaksi dari nyeri yang muncul.
  1. Pembengkakan kelenjar getah bening
Tanda awal kanker darah lainnya adalah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini akan disertai demam, lemas, mual dan hilangnya nafsu makan. Pembengkakan kelenjar getah bening ini mungkin sulit terdeteksi, namun akan diikuti ileh pembengkakan bagian tubuh lain yang harus ditanggapi dengan serius.
  1. Sering mimisan
Mimisan merupakan suatu kejadian pendarahan pada hidung Anda. Bagi orang normal, mimisan akan biasa terjadi karena mengalami demam tinggi atau suatu kecelakaan. Mimisan yang terjadi juga akan segera berhenti dalam waktu singkat.
Namun, pada pasien kanker darah, mimisan akan terjadi dalam waktu yang cukup lama dan disertai oleh rasa sakit kepala yang sangat hebat. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda waspada jika mengalami gejala sering mimisan hebat disertai rasa pusing atau sakit kepala.


Ciri Kanker Darah Pada Kulit Yang Harus Dicermati

Kanker darah (Leukimia) adalah penyakit kanker yang menyerang area sumsum tulang belakang atau menyerang darah. Sampai saat ini, kanker darah merupakan penyakit kanker yang paling ditakuti oleh setiap orang. Bahkan kanker leukemia ini sejatinya telah merenggut banyak jiwa. Tak heran rasanya jika penderita leukemia sering merasa pesimis ketika mereka divonis penyakit tersebut.
Kanker darah sendiri disebabkan oleh radiasi yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti radiasi bom nuklir. Akibat radiasi inilah yang akhirnya membuat sel darah pada manusia terganggu hingga menimbulkan perkembangan sel darah putih yang semakin banyak.
Ciri Kanker Darah Pada Kulit Yang Harus Dicermati
Ciri Kanker Darah Pada Kulit Yang Harus Dicermati

Ciri kanker darah ini juga cenderung mirip dengan penyakit - penyakit lain, sehingga akan terjadi kesulitan mengindikasi terjadinya leukemia di dalam tubuh. Umumnya, ciri - ciri dari kanker darah ini nampak seperti penyakit flu.

Oleh karena itu kita perlu mewaspadai terjadinya ciri - ciri umum penyakit ini dan mulai mencermati ciri yang terjadi tadi. Pada dasarnya, ciri - ciri yang ditimbulkan dari adanya kanker darah ini adalah sebagai berikut:

  1. Bintik merah di kulit
Munculnya bintik merah di kulit sering kali dianggap sebagai reaksi alergi terhadap sesuatu di tubuh pasien. Padahal, hal ini bisa jadi tanda awal kanker darah yang bisa diamati. Pada pasien kanker darah, sel darah yang berfungsi sebagai agen pembekuan darah tidak terproduksi dengan baik.
Akibatnya, pasien akan mengalami pendarahan di jaringan kulit yang akan tampak seperti bintik merah di kulit.
  1. Sering mimisan
Mimisan merupakan suatu kejadian pendarahan pada hidung Anda. Bagi orang normal, mimisan akan biasa terjadi karena mengalami demam tinggi atau suatu kecelakaan. Mimisan yang terjadi juga akan segera berhenti dalam waktu singkat.
Namun, pada pasien , mimisan akan terjadi dalam waktu yang cukup lama dan disertai oleh rasa sakit kepala yang sangat hebat. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda waspada jika mengalami gejala sering mimisan hebat disertai rasa pusing atau sakit kepala.
  1. Infeksi
Kanker darah juga memiliki tanda awal berupa tubuh yang mudah terkena infeksi. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu akibat sel darah putih yang bertugas mengalami kelainan. Jika Anda merasa tubuh Anda menjadi mudah terinfeksi penyakit, sebaiknya Anda jangan menyepelekannya. Segera kunjungi dokter untuk memastikan bahwa kondisi tubuh baik-baik saja.
  1. Pendarahan hebat
Biasanya, seseorang mengalami kanker darah baru akan ketahuan jika dia mengalami luka yang mengeluarkan darah. Pada orang normal, jika dia mengeluarkan darah dari luka, maka darah tersebut akan segera menggumpal dan pendarahan pun akan berhenti dalam wantu yang singkat. Namun, hal ini berbeda jika terjadi pada pasien kanker darah.
Pada seseorang yang mengalami kanker darah, jika terluka dan mengalaami pendarahan, maka pendarahan tersebut tidak akan mudah berhenti. Jika hal ini dibiarkan, pasien bisa mengalami gejala anemia atau kekurangan darah. Selain itu, Anda juga bisa mengamati apakah ada perubahan warna pada darah Anda. Pada pasien kanker darah, biasanya warna darah menjadi lebih muda atau pink.
  1. Rasa nyeri disertai demam dan menggigil
Apakah Anda sering merasa nyeri di persendian dan tulang belakang Anda? Rasa nyeri yang Anda rasakan bisa jadi disebabkan oleh sumsum tulang belakang yang sedang digerogoti kanker. Selain itu, pasien kanker darah juga bisa merasakan nyeri di bagian perutnya.
Kanker darah yang dialami akan menyebabkan sel darah putih berjumlah sangat banyak dan terkumpul di area ginjal, hati dan empedu. Hal ini menyebabkan organ-organ tersebut membengkak dan terasa nyeri. Akibatnya, pasien akan mengalami demam dan menggigil sebagai reaksi dari nyeri yang muncul.


Ciri Kanker Darah Pada Anak Yang Perlu Dikenali

Kanker darah atau leukemia adalah penyakit kanker yang paling banyak ditemui pada anak-anak. Penyakit kanker sangat membahayakan dan mengancam nyawa penderitanya apabila telat mendapatkan pengobatan. Bagaimanakah orang tua dapat mengidentifikasi gejala kanker darah pada anak?
Kanker merupakan penyakit yang mengancam penderitanya tidak terkecuali anak-anak. Kanker dibagi menjadi dua kelompok yaitu kanker darah cair dan kanker padat. Kanker darah termasuk pada kelompok kanker bentuk cair. Kanker darah berhubungan dengan sumsum tulang. Sumsum tulang merupakan tempat dibentuknya sel darah merah, sel darah putih dan juga kepingan darah.
Pada anak yang menderita leukemia maka akan ditemukan masalah dimana kadar darah merah menjadi lebih rendah, lambat laun pada bagian trombosit yang ikut menjadi rendah. Sehingga apabila sudah pada stadium yang membahayakan akan mengganggu otak, kulit, gusi, hati, tulang,testis dan juga limpa.
Ciri Kanker Darah Pada Anak Yang Perlu Dikenali
Ciri Kanker Darah Pada Anak Yang Perlu Dikenali

Penderita leukemia terdapat produksi sel darah putih yang berlebihan sehingga akan masuk ke perifer dan membuat penderita leukemia menjadi terinfeksi, kurang darah, anemia dan juga mengalami pendarahan.
Sangat berbahaya apabila anda tidak dapat mengidentifikasi gejala leukemia pada anak. Untuk membantu anda dalam melakukan pencegahan leukemia yang sulit diidentifikasi maka anda dapat melakukan pendeteksian awal pada anak.
Ciri kanker darah pada orang dewasa dan anak-anak hampir serupa. Hanya saja Anda perlu lebih peka jika gejala tersebut muncul pada anak-anak. Hal ini dikarenakan rata-rata anak dan balita masih belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakan kepada orang dewasa dengan jelas. Berbeda dengan orang dewasa.

Berikut ini merupakan ciri kanker darah pada anak yang dapat Anda kenali:

  1. Mengalami demam dalam intensitas yang cukup sering
Demam pada tubuh, baik orang dewasa maupun anak dan balita merupakan bentuk sistem pertahanan tubuh. Ketika demam, menunjukkan bahwa tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi yang terjadi di dalam tubuh.
Anda perlu mewaspadai ketika demam terjadi dalam intensitas yang sangat sering, dan sulit untuk mengenali penyebabnya. Segera lakukan pemeriksaan dokter sekaligus cek laboratorium untuk mengenali pasti kondisi kesehatan anak Anda.
  1. Pendarahan meskipun hanya karena luka ringan
Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas anak sangat aktif. Sehingga tidak menutup kemungkinan anak akan terjatuh sehingga permukaan kulit menjadi terbuka. Pada jaringan kulit terdapat pembuluh kapiler darah, sehingga jika jaringan kulit terbuka, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan pendarahan.
Pendarahan terjadi karena keping darah merah mengalami kerusakan sehingga benang fibrin tidak dapat terbentuk untuk menutup jaringan kulit yang terbuka. Jika anak Anda menunjukkan tanda umum tersebut, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui secara pasti kondisi anak.
  1. Anak mulai sering menangis
Saat mengalami kondisi yang kurang nyaman, anak cenderung menangis. Hal ini dikarenakan kosakatanya yang masih sangat terbatas. Hal ini seringkali terjadi terutama pada balita. Tentu sangat penting bagi Anda untuk mengenali arti dari tangisan anak Anda agar jika ada permasalahan kesehatan dapat segera mendapatkan pertolongan.
Oleh karena itu, untuk menghindari anak terserang kanker darah, paling tidak lakukan upaya untuk memberikan makanan pencegah kanker darah.
  1. Permukaan kulit yang memar atau bagian tubuh yang bengkak
Cukup sulit memang untuk mengontrol kondisi anak secara mendalam dengan aktivitas mereka yang sangat bervariasi. Jika Anda tiba-tiba melihat ada permukaan kulit yang memar tanpa sebab yang jelas seperti benturan atau pukulan, maka patut Anda waspadai. Hal ini dikarenakan darah yang ada di dalam pembuluh darah mengalami perubahan, sehingga mempengaruhi warna permukaan kulit.


Ciri-Ciri Utama MENGIDAP Kanker Darah

Penyakit leukemia atau kanker darah adalah penyaki yang disebabkan karena ganasnya sel darah yang sumbernya atau asalnya berasal dari sumsum tulang. Biasanya tanda dan gejala penyakit Leukemia ditandai dengan adanya proliferasi sel-sel darah putih yang dimanifestasi terdapat adanya sel-sel yang tidak normal yang berada di dalam darah tepi.
Ciri-Ciri Utama MENGIDAP Kanker Darah
Ciri-Ciri Utama MENGIDAP Kanker Darah

Etiologi dari penyakit Leukemia ini masih belum diketahui hingga saat ini, namun dari beberapa penelitian menunjukkan biasanya penyebab penyakit leukemia ini disebabkan karena faktor lingkungan, faktor radiasi, paparan dari elektromagnetik, dan juga adanya aktivasi dari suatu virus.
Penyakit leukemia dibagi menjadi dua jenis yakni leukemia akut dan leukemia kronis. Tanda dan gejala penyakit kanker darah leukemia akut biaasanya ditandai dengan terjadinya suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, dan mematikan serta bisa membuat keadaan menjadi leibih buruk.
Jika penyakit leukemia akut ini tidak untuk segera diobati, maka hal ini bisa menyebabkan masalah kematian dengan hitungan beberapa minggu saja atau juga bahkan hari.

Tanda-tanda kanker darah bervariasi, tergantung pada jenis kanker darah yang dialami seseorang. Beberapa ciri-ciri utama yang mungkin menandai keberadaan kanker darah antara lain yaitu:

- Sering mengalami mimisan
- Gampang berdarah atau memar
- Merasa demam atau kedinginan
- Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit
- Keringat berlebihan, terutama di malam hari
- Terus-menerus merasa lelah atau merasa lemah
- Rasa sakit atau nyeri pada tulang atau persendian
- Sering mengalami infeksi berulang-kali atau mengalami infeksi berat
- Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya dan tidak selera makan
Kanker darah terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah leukemia limfositik akut, leukemia limfositik kronis, leukemia mielositik akut, serta leukemia mielositik kronis. Masing-masing jenis memiliki metode pengobatan medis yang berbeda. Oleh sebab itu, jika Anda benar-benar mengidap, Anda perlu memastikan ke dokter untuk diketahui jenis leukemia mana yang diidap.
Keberadaan penyakit-penyakit lainnya bisa berkaitan dengan kehadiran kanker darah. Karena itu Anda perlu mewaspadai beberapa gejala-gejala kanker darah yang berhubungan dengan penyakit berikut ini:
- Leukopenia: Kondisi dimana tubuh kekurangan jumlah sel darah putih. Sel darah putih bertugas memerangi infeksi. Kekurangannya akan menyebabkan pertahanan kekebalan tubuh melemah sehingga Anda lebih rentan mengalami infeksi.
- Anemia: Kondisi dimana tubuh kekurangan jumlah sel darah merah. Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, karenanya jika tidak ada cukup sel darah merah maka akan menyebabkan tubuh lemah, letih, lesu, atau sesak napas.
- Sindrom myelodysplastic (MDS): Kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah yang normal bagi tubuh. Beberapa kasus MDS dapat berkembang menjadi kanker darah, umumnya jenis leukemia mielositik akut.
- Trombositopenia: Kondisi dimana tubuh kekurangan jumlah trombosit darah. Trombosit bertanggung jawab untuk membekukan darah. Kekurangannya akan menyebabkan tubuh gampang memar atau berdarah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening: Dalam beberapa kasus, tanda-tanda kanker darah mungkin termasuk pembengkakan yang terlihat di leher, ketiak, atau pangkal paha. Hal ini terjadi ketika kanker darah sudah menyebar ke kelenjar getah bening.
- Pembesaran hati atau limpa: Penumpukan dari sel-sel darah yang abnormal di hati atau limpa dapat menyebabkan rasa kenyang (kehilangan selera makan) atau bengkak di sisi kiri atas perut.
Ingatlah bahwa ciri-ciri kanker darah tidak selalu terlihat dengan jelas. Seorang penderitanya mungkin saja tidak menyadari keberadaan kanker darah di tubuhnya karena gejala-gejala kanker darah di tahap awal bisa mirip dengan gejala flu atau penyakit biasa lainnya.


Gejala Kanker Darah Yang Wajib Diketahui

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.
Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah.
 Gejala Kanker Darah Yang Wajib Diketahui
 Gejala Kanker Darah Yang Wajib Diketahui

Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.
Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Berikut ini gejala kanker darah yang wajib diketahui sebagai berikut:

  1. Lemas atau terjadi kelelahan yang berkelanjutan
Gejala yang pertama yang menandai terjadinya gejala kanker darah adalah tubuh terasa lemas dan terjadi kelelahan yang berkelajutan. Darah merupakan komponen yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Oleh karena itu, ketika darah terjangkit penyakit kanker ini maka badan kita akan mengalami kelelahan yang luar biasa dan juga mengalami badan yang terasa lemas.
  1. Sering menggigil
Salah satu gejala yang menandai terjadinya kanker darah ini adalah seringkali menggigil. Menggigil merupakan salah satu hal yang sering mengikuti ketika demam terjadi. Namun tidak semua demam tidak disertai menggigil.
Ketika seseorang terlalu sering mengalami demam dan disertai menggigil, sebaiknya segera saja di bawa ke dokter agar mendapatkan penanganan dan juga agar segera diketahui penyebab terjadinya hal tersebut. Namun, demam disertai gigil yang juga bukan merupakan satu-satunya gejala dari kanker darah ini. Harus tetap diperhatikan gejala-gejala lainnya yang menyertai.
  1. Nyeri yang terasa pada tulang ataupun pada persendian
Gejala selanjutnya yang menandai adanya kanker tulang ini adalah terasanya nyeri pada bagian tulang maupun pada bagian persendian. Tulang yang berpotensi terserang rasa nyeri bisa saja di bagian mana saja.
Selain tulang, yang berpotensi terkena nyeri adalah di bagian persendian sehingga persendian kita akan sulit untuk digerakkan dan hal ini otomatis akan menghambat aktivitas yang akan dilakukan oleh kita.
  1. Mudah sekali mengalami pendarahan
Kanker darah ditandai dengan mudahnya bagian tubuh mengeluarkan darah. Seperti misal mimisan, atau pada luka memar sering keluar darahnya. Hal ini karena darah yang ada di dalam tubuh kita terkontaminasi oleh sel kanker sehingga akan terjadi gangguan di dalam tubuh yang menyebabkan darah ini kerap kali keluar dari dalam bagian tubuh tertentu menuju ke luar bagian tubuh.
  1. Munculnya atau sering terjadinya infeksi parah
Gejala selanjutnya yang menandai kanker darah adalah seringkali munculnya atau terjadinya infeksi yang parah. Biasanya infeksi ini akan terjadi pada luka, sehingga bagian tubuh kita yang terluka akan mudah sekali menjadi infeksi badan susah untuk disembuhkan. Infeksi ini banyak sekali menyerang bagian-bagian tubuh tertentu dan bagian tubuh yang terkena infeksi akan awet.
Jika seeorang mempunyai luka yangmana luka tersebut terasa lama sekali untuk disembuhkan dan tidak seperti luka pada umunya, maka sebaiknya segera di bawa ke dokter. Pada dokter, orang tersebut bisa menanyakan apa penyebab luka menjadi sulit untuk sembuh dan juga menceritakan tentang keluhan-kelauhan yang dirasakan.
Dengan demikian maka dokter akan dapat mendiagnosa kemungkinan apa saja yang bisa terjadi dan penyebab mengapa luka tersebut menjadi sulit sembuh. Dengan informasi yang seawal mungkin maka kita akan dapat mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil.


Mendeteksi jenis Kanker dari Awal

Beberapa jenis kanker dapat dideteksi sebelum Anda merasakan gejala apa pun. Kanker adalah penyakit berbahaya yang tidak boleh dianggap remeh, stadium awal penyakit ini seringkali tidak bergejala. Oleh karena itu, deteksi kanker sejak dini adalah pemeriksaan penting agar penyakit ini tidak berkembang menjadi penyakit berat yang berbahaya.
Pemeriksaan awal atau skrining adalah cara untuk mengenali keberadaan penyakit sebelum penderita mengalami gejala-gejala penyakit tersebut. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi menderita penyakit kanker tertentu. Meski demikian, tidak semua jenis kanker dapat diperiksa dan dideteksi pada stadium awal.
Mendeteksi jenis Kanker dari Awal
Beberapa tes hanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan risiko genetik khusus. Usia, riwayat penyakit tertentu dalam keluarga, serta riwayat kesehatan Anda sendiri akan menjadi faktor untuk menentukan tes mana yang disarankan diambil. Berikut ini adalah beberapa jenis kanker beserta tes dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.
Gejala:
  • Muncul benjolan yang keras dan tidak menyakitkan dengan tepian yang tidak teratur.
  • Atau benjolan bulat yang lunak dan lembut.
  • Sebagian atau keseluruhan payudara membengkak.
  • Payudara atau puting terasa nyeri.
  • Puting tertarik ke dalam.
  • Kulit payudara atau puting jadi menebal, bersisik, kemerahan, gatal, beruam, dan Pada stadium lanjut kulit pada payudara tampak khas seperti kulit jeruk.
  • Keluar cairan dari puting (bukan ASI) yang berwarna kuning, cokelat, merah, atau bening.
  • Salah satu atau kedua payudara berubah bentuk.
  • Puting berubah bentuk.
Pemeriksaan:
  • Memeriksa fisik payudara sendiri untuk mendeteksi apakah ada perubahan pada payudara seperti adanya benjolan, perubahan pada puting atau pada kulit payudara. Wanita dewasa dari segala usia disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) minimal sebulan sekali. SADARI dapat membantu Anda mengetahui bagaimana rupa dan penampilan payudara sendiri, sehingga Anda bisa segera tahu jika ada perubahan.
  • Mamogram, pemeriksaan Rontgen yang digunakan untuk memperlihatkan penampakan jaringan pada payudara. Jika hasil pemeriksaan mamogram menunjukkan kelainan, pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk memastikan kanker payudara seperti MRI, USG, atau biopsi.
Disarankan bagi:
  • Perempuan yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengidap kanker payudara atau kanker ovarium.
  • Wanita berusia di atas 47 tahun yang sudah memasuki masa menopause disarankan memeriksakan diri sekali dalam tiga tahun.
Kanker Leher Rahim/Serviks
Gejala:
  • Pada tahap awal, penyakit ini seringkali tidak bergejala.
  • Perdarahan vagina yang tidak normal, misalnya muncul setelah menopause, setelah berhubungan seksual, atau antara periode menstruasi.
  • Sakit saat berhubungan seks.
  • Keluar cairan yang tidak normal dari vagina, baik itu yang berwarna putih, bening, atau cokelat, berbau, dan terdapat noda darah.
  • Siklus haid berubah dan tidak dapat dijelaskan.
  • Anemia karena perdarahan vagina yang tidak normal.
  • Sakit panggul, kaki, atau punggung.
  • Buang air kecil bermasalah karena adanya penyumbatan pada ginjal atau ureter.
  • Urine atau tinja masuk ke dalam vagina.
  • Berat badan turun.
Pemeriksaan:
  • Pap Smear, digunakan untuk mencari perubahan sel yang bisa berubah menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan tepat.
  • Tes HPV, tes untuk mendeteksi human papillomavirus yang dapat menyebabkan perubahan sel, terkadang bahkan sebelum sel yang abnormal terlihat atau terbentuk.
  • Pada daerah dengan fasilitas yang kurang memadai, pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dapat menjadi pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di Puskesmas dan harganya relatif murah.
  • Tes skrining kanker serviks memang sangat efektif, namun tidak sepenuhnya akurat. Terkadang, pasien diberi tahu ada sel abnormal padahal normal, atau sebaliknya.
Disarankan bagi:
  • Wanita berusia 25 tahun ke atas, terutama yang sudah melakukan hubungan seksual secara aktif. Untuk wanita berusia di antara 25-49 tahun, pap smear disarankan dilakukan tiga tahun sekali. Sementara untuk wanita berusia di atas 49 tahun, tes ini dianjurkan dilakukan lima tahun sekali.
  • Untuk wanita berusia 65 tahun ke atas hanya perlu melakukan tes ini jika beberapa hasil tes terakhir tidak normal atau belum pernah menjalani tes sejak umur 50 tahun.
Kanker Usus
Gejala:
  • Diare, susah buang besar, bentuk tinja berubah selama lebih lama dari empat minggu.
  • Ada darah di tinja atau perdarahan rektum.
  • Perut terasa kram, nyeri, atau kembung secara terus-menerus.
  • Ada sensasi usus tidak kosong sepenuhnya atau merasa kurang tuntas setelah BAB.
  • Merasa lemah atau lelah.
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
Pemeriksaan:
  • Pemeriksaan tinja. Bisa dengan gFOBT (guaiac-Based Fecal Occult Blood Test, menggunakan bahan kimia guaiac untuk mendeteksi darah di tinja), FIT (Fecal Immunochemical Test, menggunakan antibodi untuk mendeteksi darah di tinja), atau tes FIT-DNA (gabungan FIT dan satu tes yang bisa mendeteksi perubahan DNA dalam tinja). Namun terkadang, bukan kanker yang terdeteksi, melainkan maag atau wasir.
  • Tes sigmoidoskopi, di mana tabung pendek, tipis, fleksibel, dan ringan dimasukkan ke dalam rektum hingga sepertiga terakhir dari usus besar. Tapi, prosedur ini kemungkinan tidak dapat mendeteksi kanker yang posisinya lebih tinggi.
  • Kolonoskopi, di mana tabung yang lebih panjang, tipis, fleksibel, dan ringan dimasukkan melalui anus untuk memeriksa polip atau kanker di dalam rektum dan seluruh usus. Pasien harus melakukan diet khusus sehari atau dua hari sebelum tes ini dilakukan.
Disarankan bagi:
  • Tes FOBT untuk orang berusia di antara 60-75 tahun.
  • Tes sigmoidoskopi dilakukan saat orang menginjak usia 55 tahun.
  • Riwayat kanker usus pada keluarga.
Kanker Prostat
Gejala:
  • Sering merasa ingin buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sulit mengeluarkan atau menghentikan aliran urine.
  • Aliran urine lemah atau tersendat.
  • Buang air kecil sedikit secara tidak sengaja saat tertawa atau batuk.
  • Tidak bisa buang air kecil dalam posisi berdiri.
  • Terasa sakit atau perih saat buang air kecil atau ejakulasi.
  • Ada darah dalam air seni atau air mani.
  • Perlu terburu-buru saat mau buang air kecil.
  • Buang air kecilnya lama.
  • Merasa kandung kemih belum sepenuhnya kosong usai buang air kecil.
  • Disfungsi ereksi atau susah ereksi.
  • Pinggul, punggung (tulang belakang), dada (tulang rusuk), atau daerah lain terasa sakit.
  • Kaki lemah atau mati rasa.
  • Kehilangan kontrol kandung kemih.
Pemeriksaan:
  • Pemeriksaan rektal atau digital rectal exam (DRE), dokter atau perawat memperkirakan ukuran prostat dan merasakan apakah ada benjolan atau kelainan lainnya dengan jari. Kenyataannya, pemeriksaan ini sering kali tidak bisa mendeteksi kanker, setidaknya pada tahap awal.
  • Tes terhadap Prostate Specific Antigen (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi oleh jaringan kanker prostat. Tapi hasil PSA yang tinggi tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat dan tidak setiap kasus kanker prostat menunjukkan hasil PSA yang tinggi.
  • Pada umumnya, keputusan untuk memeriksa keberadaan kanker prostat dan frekuensi pemeriksaannya berada di tangan pasien sepenuhnya. Belum ada bentuk rekomendasi yang bersifat universal mengenai pemeriksaan ini. Keputusan untuk memeriksa akan didasarkan kepada riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.
Disarankan bagi:
  • Pria yang berusia antara 40-75 tahun.
  • Orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker prostat.
Kanker Paru-paru
Gejala:
  • Batuk yang tidak hilang atau justru bertambah parah.
  • Keluar dahak berdarah atau berwarna karat.
  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika mengambil napas, batuk, atau tertawa.
  • Suara serak.
  • Berat badan turun dan kehilangan nafsu makan.
  • Sesak napas.
  • Merasa lelah atau lemah.
  • Infeksi seperti bronkitis dan pneumonia yang tidak hilang atau terus datang kembali.
  • Mengi.
  • Nyeri tulang.
  • Sakit kepala.
Pemeriksaan:
  • CT scan dosis rendah, menggunakan radiasi dosis rendah untuk membuat serangkaian area gambar di dalam tubuh yang sangat rinci. CT scan dosis rendah yang dilakukan pada orang yang sehat juga berisiko menyebabkan kanker.
  • Rontgen dada, menggunakan sinar- X untuk melihat organ dan tulang di dada.
  • Sitologi sputum, sebuah prosedur di mana sampel dahak diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa sel kanker.
  • Tes skrining kanker paru-paru dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita kanker paru-paru, padahal sebenarnya Pasien yang mengalami tes skrining kanker paru-paru bisa membuat mereka dirawat di rumah sakit, padahal mungkin perawatan tidak dibutuhkan.
Disarankan bagi:
  • Orang berumur antara 55-74 tahun yang sedang aktif merokok atau yang berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir.
  • Orang berumur antara 55-74 tahun yang memiliki 30 ‘smoking pack years’. Cara menghitung smoking pack years adalah mengalikan jumlah batang rokok per hari dengan jumlah tahun merokok, kemudian dibagi 20. Misalnya, orang yang merokok sebanyak 10 batang rokok per hari selama 20 tahun, berarti mempunyai 10x20/20 = 10 smoking pack years.
  • Orang yang berprofesi di bidang industri yang rentan terpapar bahan kimia asbestos, bensin, atau zat kimia tertentu lainnya.
Kanker Hati
Gejala:
  • Berat badan turun.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Perut bagian atas terasa sakit.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh terasa lemah dan lelah.
  • Perut membengkak atau ada penumpukan cairan.
  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
  • Tinja berwarna putih.
  • Merasa sangat kenyang walau hanya makan sedikit.
  • Hati membesar, ada benjolan di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
  • Limpa membesar, ada benjolan di bawah tulang rusuk sebelah kiri.
  • Gatal-gatal.
Pemeriksaan:
  • Pemeriksaan gambar menggunakan USG, CT scan, MRI, angiografi (sinar-X yang memeriksa pembuluh darah), atau pemindaian tulang jika terdapat keluhan nyeri tulang atau dokter mencurigai kanker telah menyebar ke tulang.
  • Laparaskopi atau biopsi akan dilakukan jika dokter berpikir Anda menderita kanker hati, tapi hasil pemeriksaan pencitraan tidak meyakinkan.
  • Pemeriksaan lab seperti pemeriksaan darah untuk mendeteksi tingkat alfaprotein (AFP); pemeriksaan fungsi hati; penggumpalan darah hepatitis; fungsi ginjal; pemeriksaan darah lengkap; dan tes lainnya.
Disarankan bagi:
  • Orang yang kecanduan minuman beralkohol selama bertahun-tahun.
  • Orang yang mengidap hepatitis B dan C.
  • Orang yang mengidap penyakit hemakromatosis.
Kanker Darah
Gejala:
  • Demam atau menggigil.
  • Letih dan lemas terus-menerus.
  • Sering infeksi atau infeksinya parah.
  • Berat badan turun.
  • Kelenjar getah bening, hati, atau limpa mem
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Sering mimisan.
  • Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit.
  • Keringat berlebihan, terutama di malam hari.
  • Tulang terasa nyeri atau sakit saat disentuh.
  • Muncul benjolan di leher, ketiak, atau pangkal paha.
  • Gusi dan rektum mengalami
  • Darah menstruasi banyak.
  • Tidak nafsu makan.
  • Perut sebelah kiri terasa nyeri dan bengkak.
Pemeriksaan:
  • Pemeriksaan darah lengkap.
  • Aspirasi sumsum tulang dan biopsi, mencari sel kanker dengan mengambil jaringan dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya.
  • Rontgen dada atau CAT scan dada, bisa menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening atau tanda-tanda leukemia atau infeksi lain di dada.
  • Spinal tap, dokter mengambil beberapa cairan serebrospinal (cairan yang mengisi ruang di dalam dan sekitar otak dan saraf tulang belakang) untuk dianalisa di laboratorium.
Disarankan bagi:
  • Orang yang memiliki gangguan atau kelainan genetik, seperti sindrom Down.
  • Orang yang memiliki riwayat keluarga penderita leukemia.
  • Riwayat kebiasaan merokok lama.
  • Riwayat terpapar zat kimia tertentu seperti bensin atau limbah pabrik.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mendeteksi kanker tersebut tidak sepenuhnya akurat. Untuk mendiagnosis pasti apakah terdapat sel kanker atau tidak, perlu dilakukan biopsi. Dengan mengambil sampel jaringan yang diduga terkena kanker dan diperiksa di bawah mikroskop, dokter akan melihat apakah sel-sel pada organ tersebut masih normal atau sudah berubah menjadi sel kanker. Tetapi untuk menentukan apakah perlu dilakukan biopsi atau tidak dalam program pemeriksaan skrining Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.
Deteksi kanker sejak dini sangat disarankan bagi orang yang berisiko tinggi  mengalaminya. Jika diagnosis diketahui sejak awal, maka peluang seseorang untuk bisa sembuh juga lebih besar. Perlu diingat, pemeriksaan dini atau skrining dilakukan untuk menentukan apakah terdapat kanker atau tidak sebelum munculnya gejala. Jika sudah terdapat gejala terlebih jika Anda memiliki faktor risiko tinggi untuk terkena kanker maka periksakanlah ke dokter segera. Kanker stadium lanjut atau telah menyebar ke organ lain akan sangat sulit diobati dan memiliki tingkat kematian dan risiko komplikasi yang tinggi.