ILMU KESEHATAN: konstipasi
Tampilkan postingan dengan label konstipasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konstipasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

Komplikasi Penyakit Konstipasi

Konstipasi memiliki sebutan lain, yaitu sembelit di mana pada sistem pencernaan mengalami tidak lancar yang di sebabkan oleh berbagai macam hal. Dan akan kami berikan infonya pada paragraf selanjutnya. Makannya kalian harus membacanya sampai tuntas, karena penting sekali untuk diri Anda dan siapa pun.
Konstipasi bisa di sembuhkan dengan bahan alami atau obat pencahar lainnya yang bisa beli di apotek. Bila ingin menyembuhkan susah bab, lebih baik memakai bahan alami saja yang aman juga digunakan dalam jangka panjang tanpa menimbulkan efek samping. Sebenarnya hanya meminum air putih saja, itu sudah merupakan cara pengatasian untuk bab yang paling tepat.
Komplikasi Penyakit Konstipasi
Komplikasi Penyakit Konstipasi

Penyebab konstipasi bisa dikarenakan oleh asupan makanan yang di konsumsi kurang mengandung serat. Serat dari makanan lebih mudah di cerna, dan proses pembuangannya pun lebih mudah. Karena itu apabila kurang makan makanan berserat bisa menyebabkan sulit di buang dan mengakibatkan konstipasi sebab feses yang terlalu lambat keluar dari usus besar.
  1. Sering menahan buang air besar
Penyebab konstipasi juga bisa disebabkan oleh kebisaan menahan buang air besar. keinginan untuk buang air besar yang belum terlalu parah atau masih bisa ditahan biasanya tidak akan langsung di buang atau diabaikan.
Dikarenakan situasi tertentu atau pun dikarenakan malas ke toilet. Kebiasaan seperti ini tidak baik karena feses atau tinja di dalam usus besar tidak dapat berjalan dengan baik ke luar tubuh, dan feses akan mengeras. Maka dari itu akan sulit untuk di buang karena keras.
  1. Kurang olahraga
Terjadinya konstipasi bisa dikarenakan juga karena kurang olahraga. Usus besar atau organ pencernaan bisa tidak berfungsi dengan baik karena kurang gerak atau kurang olahraga, dan mengakibatkan kram usus. Kondisi ini lama kelamaan akan menyebabkan konstipasi. Keinginan untuk buang air besar akan menghilang dan feses akan keras ketika ingin dikeluarkan.
  1. Obesitas
Seseorang yang lebih berisiko untuk sering mengalami konstipasi (Susah Bab) juga ialah orang yang mengalami obesitas. Karena makan makanan berlemak, makanan yang terlalu berlebihan serat seperti daging juga tidak baik jika di konsumsi terlalu sering dan berlebihan sebab hal ini akan menyebabkan konstipasi karena organ pencernaan membutuhkan waktu lama untuk mencerna makanan tersebut.
  1. Stress
Faktor risiko terjadinya konstipasi (Susah Bab) juga bisa dikarenakan oleh stress. Seseorang yang mengalami stress biasanya akan mengalami konstipasi (Susah Bab). Sebab fungsi beberapa organ tubuh termasuk organ pencernaan pun bisa menurun karena disebabkan oleh psikologis yang kurang baik karena stress atau pun depresi.
Komplikasi Penyakit Konstipasi
Adapun komplikasi dari konstipasi yaitu:
  1. Wasir
Wasir, atau yang lebih dikenal dengan ambeien, adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Pada penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena terasa sakit apabila bibir anus atau sphinchter anus mendapat tekanan.
Pada penderita wasir parah terkadang sulit diobati sehingga bisa diberi tindakan operasi pengangkatan wasir yang bisa memberi efek samping yang terkadang tidak baik. Oleh sebab itu wasir perlu diwaspadai dan ditangani dengan baik agar mudah diobati. hemoroid berhubungan dengan pola diet dan defekasi seseorang.
Wasir atau ambeien ada dua macam, yaitu wasir dalam dan wasir luar. Pada wasir dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti wasir luar.
Gejala wasir dalam keluarnya dari anus saat bab / buang air besar. Jika sudah parah bisa menonjol keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan operasi untuk membuang wasir.
Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.
Hal yang menyebabkan seseorang menderita wasir adalah beragam, yaitu terlalu banyak duduk, diare menahun, kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormone, keturunan penderita wasir, hubungan seks yang tidak lazim, penyakit yang meningkatkan tekanan intrakolon penderita atau mengejan, konstipasi / obsitpasi menahun, penekanan kembali aliran darah vena, dan lain-lain.
  1. Divertikulosis & Divertikulitis
Divertikulosis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya divertikula (kantung-kantung), biasanya pada diding kolon. Divertikulosis bisa terjadi pada seseorang yang menderita konstipasi dalam jangka waktu yang panjang.
Divertikula juga dapat terbentuk akibat peningkatan tekanan intrakolon, yang terjadi bila buang air besar dilakukan dengan dipaksa dan batuk rejang yang parah. Divertikula bisa muncul di setiap bagian dari kolon, tetapi paling sering terdapat di kolon sigmoid, yaitu bagian terakhir dari kolon tepat sebelum rektum.
Sebuah divertikulum merupakan penonjolan pada titik-titik yang lemah, biasanya pada titik dimana pembuluh nadi (arteri) masuk ke dalam lapisan otot dari usus besar. Kejang (spasme) diduga menyebabkan bertambahnya tekanan dalam usus besar, sehingga akan menyebabkan terjadinya lebih banyak divertikula dan memperbesar divertikula yang sudah ada.
Sebagian besar penderita divertikulosis tidak menunjukan gejala. Namun beberapa ahli yakin bahwa bila seseorang mengalami nyeri kram, diare dan gangguan pencernaan lainnya, yang tidak diketahui penyebabnya, bisa dipastikan penyebabnya adalah divertikulosis.
Pintu divertikulum bisa mengalami perdarahan, yang akan masuk ke dalam usus dan keluar melalui rektum. Perdarahan bisa terjadi jika tinja terjepit di dalam divertikulum dan merusak pembuluh darahnya. Perdarahan lebih sering terjadi pada divertikula yang terletak di kolon asendens (arah naik).
Sesungguhnya divertikula tidak berbahaya tetapi tinja yang terperangkap di dalam divertikula akibat konstipasilah yang berbahaya. Alasannya adalah tidak hanya menyebabkan perdarahan tetapi juga dapat menyebabkan peradangan dan infeksi sehingga timbul divertikulitis.

Diagnosis Penyakit Konstipasi

Definisi umum konstipasi adalah defekasi yang tidak lebih sering dari tiga hari sekali. Akan tetapi, beberapa orang percaya bahwa defekasi setiap hari adalah normal dan penting untuk mempertahankan kesehatan dan bagi mereka, dan pola defekasi yang lain menunjukkan konstipasi. Penyebab konstipasi adalah kurang serat dalam diet dan kurangnya asupan cairan.
Penyebab Penyakit Konstipasi
Adapun hal yang mungkin menyebabkan seseorang terkena penyakit konstipasi yaitu:
  1. Kehamilan dan persalinan
Konstipasi termasuk masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil. Biasanya kondisi ini masih akan terus berlanjut pasca persalinan. Gangguan BAB ini terjadi karena melemahnya otot-otot perut atau efek samping dari obat pereda nyeri.
  1. Terlalu banyak daging
Pola makan yang rendah serat dan tinggi lemak seperti daging, telur atau keju bisa membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat. Karena itu penuhi pula kebutuhan tubuh akan serat dengan mengonsumsi cukup sayuran dan buah.
  1. Vitamin
Vitamin secara umum tidak akan menyebabkan konstipasi, tetapi beberapa jenis komponen seperti kalsium dan zat besi bisa jadi pemicu.
  1. Pereda nyeri dan antidepresan
Penelitian menunjukkan, orang yang sering mengalami sembelit kebanyakan adalah pengguna obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Konstipasi juga terkait dengan antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitor (SSRI).
  1. Hipotiroid
Hipotiroid atau tidak aktifnya kelenjar tiroid akan memperlambat proses metabolik tubuh dan usus. Tidak semua penderita hipotiroid akan mengalami konstipasi namun biasanya dokter akan meminta pasien konstipasi kronik untuk mengecek kadar tiroidnya.
Gejala Penyakit Konstipasi
Beberapa gejala penyakit konstipasi yaitu:
  1. Mual
Rasa mual ini bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang akan mengalami penyakit ini. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya sembelit. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh serta kebersihan makanan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini.
  1. Muntah
muntah ini, bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang akan mengalami penyakit ini. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya sembelit. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh serta kebersihan makanan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini.
  1. Bada terasa lemas
Lemas badan ini bisa dialami oleh siapa saja, yang akan mengalami penyakit ini. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya sembelit. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh serta kebersihan makanan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini.
  1. Mehilangnya nafsu makan
Hilangnya nafsu makan ini, bisa dialami oleh siapa saja, jika akan mengalami penyakit ini. Jenis gejala inilah yang bisa memicu terjadinya sembelit. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh serta kebersihan makanan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini.
Diagnosis Penyakit Konstipasi
Pada pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala, gaya hidup, serta rutinitas Anda. Riwayat kesehatan Anda juga akan menjadi faktor yang dapat membantu proses diagnosis oleh dokter.
Diagnosis Penyakit Konstipasi
Diagnosis Penyakit Konstipasi
Sejumlah kondisi yang menjadi pertimbangan dokter saat melakukan diagnosis meliputi apakah Anda perlu mengejan lebih lama tiap buang air besar, frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali seminggu, dan tekstur tinja yang sering kali keras atau berbentuk butiran.
Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan apabila Anda mengalami impaksi feses atau penumpukan tinja yang kering dan keras di rektum. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui anus atau dengan meraba perut (khususnya pada pasien anak-anak).
Tetapi jika Anda mengalami gejala konstipasi yang parah atau tidak kunjung sembuh meski sudah menjalani penanganan, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan lain untuk mendiagnosis atau menghapus kemungkinan adanya penyakit lain. Di antaranya:
- Rontgen perut.
- Pemeriksaan manometri anorektal. Proses ini menunjukkan tingkat kinerja otot dan saraf di sekitar rektum.
- Kolonoskopi.
- CT scan.
- Tes darah guna memeriksa kadar hormon dalam tubuh, terutama hormon tiroid.

Selasa, 26 September 2017

Gejala Penyakit Konstipasi

Konstipasi adalah permasalahan yang terjadi pada bagian organ pencernaan. Karena kondisi tubuh yang mengalami konstipasi akan mengalami susah buang air besar. Konstipasi bukan hal aneh lagi, karena tidak sedikit orang yang mengalami konstipasi. Konstipasi dialami oleh banyak orang yang karena kurang menjaga kesehatan pencernaannya dengan baik sehingga konstipasi akan dialami.
Konstipasi bisa dialami oleh semua orang, dari berbagai macam kalangan usia bisa mengalami konstipasi. Terjadinya konstipasi apabila sudah tidak melakukan buang air besar selama lebih dari dua hari atau juga hingga satu minggu.
Gejala Penyakit Konstipasi
Gejala Penyakit Konstipasi

Karena seharusnya buang air besar dilakukan setiap hari jika makan secara teratur setiap harinya. Konstipasi dialami oleh banyak orang karena salah dalam pola makan, dan juga kurang baik menjalani gaya hidupnya sehingga sering menderita konstipasi.
Konstipasi jangka panjang atau sering dialami tidak baik karena penumpukan kotoran di dalam perut. Rentan waktu setiap orang yang mengalami konstipasi berbeda beda ada yang lama dan ada pula yang sebentar.

Penyebab Penyakit Konstipasi
Terjadinya penyakit konstipasi bisa dialami oleh siapa pun karena banyak hal yang bisa menyebabkan susah nya fases untuk dikeluarkan oleh tubuh. Salah satu hal yang bisa penyebab konstipasi yang sangat di anggap remeh yaitu menahan buang air besar. Menahan buang air besar bisa membuat fases akan menjadi kering yang akan menyebabkan fases akan susah untuk dikeluarkan.
Fases yang kering juga bisa dialami karena di sebabkan oleh tubuh yang kurang minum, maka dari itu akan menyebabkan konstipasi. Konstipasi juga bisa dialami karena di sebabkan oleh ada nya gangguan pada kesehatan mental yang bisa mengganggu metabolisme tubuh juga akan menyebabkan organ tubuh yang menyebabkan depresi atau pun stress juga bisa mengakibatkan terjadi nya konstipasi.
Jika minum obat obatan kimia tertentu pun juga bisa mengakibatkan masalah pada kesehatan tubuh akan terganggu sehingga akan mengakibatkan konstipasi juga. Makanan pun turun berperan besar menyebabkan konstipasi, seperti makanan yang kurang akan serat di dalam nya akan menyebabkan fases akan sulit untuk keluar juga.
Gejala Penyakit Konstipasi
Pernahkah anda merasakan perut yang mules dan kadang sulitnya buang air besar. Itulah yang menjadi gejala konstipasi atau yang lebih dikenal dengan nama sembelit.
Konstipasi yaitu adanya gangguan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan feses atau tinja yang sangat mengeras sehingga anda akan mengalami susah buang air besar dan mengakibatkan rasa yang amat sakit bagi penderitanya. Konstipasi atau sembelit yaitu adanya keluhan pada sistem saluran pencernaan yang paling umum dan hampir semua masyarakat pernah mengalami hal ini.
Gejala yang paling umum terjadi pada penderita konstipasi yaitu perut akan terasa penuh bahkan kaku dan susah buang air besar. Susah buang air besar yang biasanya dialami bagi penderita konstipasi yang disebabkan oleh feses atau tinja yang mengeras yang terkadang bisa melukai dinding anus.
Ciri ciri dari konstipasi adalah selain adanya feses atau tinja yang mengeras sehingga sulitnya pada saat membuang, yang terkadang juga terbentuknya tinja atau feses yang berwarna tidak biasanya yaitu berupa kecokelatan.
Gejala tersebut penderita yang biasanya akan mengalami kecemasan yang berlebih sehingga bisa saja menimbulkan efek yang stress yang biasanya mengakibatkan emosi secara berlebihan.
Gejala yang lain dirasakan seperti buang angin yang mengeluarkan bau menyengat dan dengan perus yang terasa bunyi yang tidak seperti biasanya. Selain itu penderita konstipasi akan merasakan tubuh yang kurang fit sehingga biasanya menimbulkan produktivitas menurun akibat frekuensi buang air besar yang menurun tetapi waktu untuk buang air besar akan semakin meningkat.
Adanya gangguan konstipasi secara umum dan menurut para medis yang disebabkan karena badan kurang ada cairan yang ada didalam tubuh atau dehidrasi.
Kurangnya serat akibat pola makan yang salah biasanya akan lebih suka dengan makanan cepat saji yang kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah, menderita panas dan stress dalam pekerjaan, pada pengguaan obat obatan yang ada efek samping, kurangnya asupan vitamin C dan suka dalam menundakan buang air besar yang lama.

Penyebab Penyakit Konstipasi

Konstipasi merupakan salah satu masalah pada organ tubuh yang menyebabkan susah buang air besar akan dialami. Konstipasi keadaan tubuh yang tidak dapat membuang kotoran dengan baik, dan tidak secara teratur. Konstipasi dapat dialami oleh siapa pun, baik anak anak atau pun orang dewasa bisa mengalami konstipasi.

Terjadi nya konstipasi pun juga bisa lama atau pun sebentar. Konstipasi cukup sering dialami oleh banyak orang, karena hal itu akan membuat sulit nya tubuh untuk mengeluarkan kotoran. Perut buncit merupakan salah satu tanda jika konstipasi berlangsung lama.
Penyebab Penyakit Konstipasi
Penyebab Penyakit Konstipasi

Karena banyak nya kotoran yang tidak terbuang lama kelamaan semakin banyak dan pada akhir nya akan menumpuk sehingga akan perut akan membuncit juga. Terjadi nya konstipasi baik hanya sebentar atau pun lama tidak baik untuk kesehatan.
Karena kotoran harus segera di buang dari dalam tubuh, tidak baik jika menumpuk terlalu banyak di dalam nya. Konstipasi juga termasuk penyakit ringan yang tidak baik untuk dialami.

Penyebab Penyakit Konstipasi
Konstipasi umumnya terjadi ketika tinja bergerak terlalu lamban dalam sistem pencernaan. Akibat banyak sisa-sisa makanan yang tertinggal terlalu lama, kolon atau usus besar akan menyerap air makin banyak, sehingga membuat tinja menjadi keras dan kering.
Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang terkadang terjadi secara bersamaan. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
- Pola makan yang buruk, misalnya kurang mengonsumsi serat atau kurang minum.
- Kurang aktif dan jarang melakukan olahraga.
- Mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
- Rasa tidak leluasa saat menggunakan toilet.
- Kekurangan atau kelebihan berat badan.
- Gangguan mental, seperti kecemasan atau depresi.
Penyakit atau kondisi medis lain, misalnya diabetes, prolaps rektum, penyumbatan atau penyempitan usus, kanker usus besar, stroke, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, hipotiroidisme, serta hipertiroidisme.
Efek samping obat-obatan tertentu, contohnya suplemen kalsium, suplemen zat besi, antasida yang mengandung aluminium, obat diuretik, analgesik yang mengandung opium (seperti kodein dan morfin), antidepresan, antiepileptik untuk pengobatan epilepsi, serta antipsikotik untuk pengobatan skizofrenia dan penyakit kejiwaan lainnya.
Jika penyebabnya memang obat, konstipasi biasanya akan reda saat Anda berhenti meminum obat tersebut.
Konstipasi Pada Bayi dan Anak-anak
Bayi dan anak-anak sering mengalami konstipasi. Beberapa faktor yang dapat menyebabkannya adalah:
- Pola makan yang buruk, misalnya bayi yang minum susu terlalu banyak atau anak-anak yang makan dengan porsi berlebihan, kurang minum air putih, atau kurang asupan seratnya.
- Sering menahan keinginan buang air besar, contohnya karena terlalu asyik bermain.
- Merasa tertekan saat latihan menggunakan toilet, misalnya karena diajari terlalu dini atau karena orang tua yang terlalu sering menasihati.
- Perubahan rutinitas, seperti cemas karena hari pertama masuk sekolah.
- Rasa cemas atau tidak nyaman saat menggunakan toilet, contohnya karena trauma saat latihan.
- Adanya kelainan, misalnya karena anus dan rektum bayi tidak terbentuk secara sempurna atau adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Konstipasi dan Kehamilan
Konstipasi juga sering dialami oleh ibu hamil pada masa awal kehamilan karena tubuh mereka memproduksi lebih banyak hormon progesteron wanita. Peningkatan hormon yang berfungsi sebagai pelemas otot ini membuat otot usus sulit berkontraksi dan mendorong kotoran keluar.
Cara Mengatasi Konstipasi
Sesuai dengan penyebabnya ada banyak cara mengatasi sembelit mulai dari perubahan gaya hidup hingga obat-obatan pencahar atau pencuci perut.
Perubahan Gaya Hidup
Selain dapat mengatasi sembelit, perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat ini, juga akan mencegah sembelit datang kembali, inilah yang dapat anda lakukan:
  1. Olah raga setiap hari. Aktifitas fisik akan meningkatkan kekuatan otot usus serta pergerakannya. Hal ini sangat berperan melancarkan sistem pencernaan dan membantu mengatasi sembelit.
  2. Tingkatkan asupan serat. Serat yang cukup pada makanan akan membuat feses menjadi lebih lunak dan licin sehingga mudah melewati usus. Jadi makanlah buah dan sayuran segar setiap hari terutama buah pepaya, namun jangan langsung banyak atau berebihan ya, karena akan membuat kembung. Jadi mulailah secara bertahap hingga dirasa nyaman.
  3. Jangan menahan Buang Air Besar. Ketika sudah kebelet BAB sebaiknya dituruti saja. Karena menunda-nunda buang hajat akan membuat feses tertahan dan akan membuatnya semakin keras akhirnya susah dikeluarkan.
Obat Konstipasi
Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi sembelit antara lain:
  1. Stimulan. Berfungsi meningkatkan gerakan usus atau dikenal juga dengan istilah obat pencehar. misalnya senna, bisacodyl (contohnya dulcolax), dan minyak jarak. Obat sembelit ini tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.
  2. Agen prokinetik. Obat sembelit ini akan meningkatkan kekuatan pergerakan usus, contohnya misoprostol, colchicine, dan tegaserod.
  3. Agen pembentuk serat. Merupakan Suplemen penambah serat pada feses contohnya metilselulosa, psyllium, kalsium polycarbophil dan guar gum.
  4. Agen hiperosmolar (osmotik). Membantu agar cairan pada rongga usus tercukupi contohnya susu magnesium, magnesium sitrat, laktulosa, polietilen glikol.
  5. Emolien. Berfungsi melunakkan tinja, tetapi kurang efektif dibandingkan obat lain. Contoh emolien docusate atau minyak mineral.

Pencegahan Penyakit Konstipasi

Sembelit adalah suatu kondisi dimana buang air besar lebih jarang dari biasanya karena feses atau tinja yang kering keras sehingga susah dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit saat buang air besar. Dalam bahasa kedokteran sembelit ini dikenal dengan istilah konstipasi.
Pada orang dewasa, disebut konstipasi jika tidak buang air besar (defekasi) selama tiga hari berturut-turut atau kurang dari tiga kali dalam seminggu. Sedangkan sembelit pada anak, apabila tidak buang air besar selama 5 hari atau lebih.
Pencegahan Penyakit Konstipasi
Pencegahan Penyakit Konstipasi

Penyebab Kontipasi
Konstipasi yang dialami oleh setiap orang berbeda beda penyebabnya karena ada penyebab dan juga faktor risiko yang bisa menyebabkan konstipasi. Oleh karena itu berikut beberapa penyebab konstipasi:
  1. Kurang olahraga, gaya hidup kurang sehat karena kurang olahraga juga bisa menyebabkan konstipasi. Karena kurang olahraga bisa menyebabkan organ tubuh akan mengalami penurunan fungsinya sehingga dampaknya bisa menyebabkan konstipasi.
  2. Kurang minum, yang bisa menyebabkan konstipasi juga kurang minum, kurang minum yang sering diabaikan oleh banyak orang ini bisa memberikan dampak gangguan kesehatan pada seluruh organ tubuh. salah satunya konstipasi, karena kurang cairan akan menyebabkan feses mengering oleh karena itu akan sulit dikeluarkan oleh tubuh.
  3. Pola makan, pola makan yang menjadi penyebab konstipasi yang paling sering. Apabila makan makanan yang kurang serat dan juga lebih serat dalam kehidupan sehari harinya maka bisa menyebabkan konstipasi akan dialami. karena di butuhkan serat harian untuk tubuh agar melancarkan buang air besar.
  4. Menahan buang air besar, yang banyak di abaikan oleh kebanyakan orang bukan hanya minum air putih saja, tetapi keinginan buang air besar juga sering di abaikan oleh banyak orang karena alasan yang sepele karena malas ke toilet. Dan dampak buruknya dari menahan buang besar yaitu akan menyebabkan konstipasi sehingga susah buang air besar jangka panjang bisa dialami.
  5. Obesitas, konstipasi juga bisa terjadi karena berat badan yang terlalu berlebihan. Seseorang yang obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita konstipasi karena makan makanan yang masuk ke dalam mulutnya tidak di jaga dengan baik.
  6. Stress, gangguan kesehatan berupa stress atau pun cemas bisa menyebabkan konstipasi karena hal tersebut akan menurunkan fungsi organ tubuh juga.
Pencegahan Penyakit Konstipasi
Konstipasi yang disebabkan oleh berbagai macam hal tidak baik untuk kesehatan tubuh, karena bisa menyebabkan penumpukan kotoran di dalam tubuh. Konstipasi di tandai dengan tidak teratur nya buang air besar, seperti bisa dua hari sekali atau bahkan hanya terjadi satu minggu sekali dan hal itu sudah tidak bagus untuk kesehatan tubuh dan di tandai dengan besar nya perut.
Fases yang dikeluarkan pada saat konstipasi ukuran nya juga akan lebih besar dan juga terlihat mengering. Oleh karena itu konstipasi dapat diketahui dengan mudah jika terjadi, ada pula bahaya yang di timbulkan akibat ada nya konstipasi.
Bahaya yang dialami pada saat mengalami konstipasi bisa menyebabkan perut akan membesar, selain itu pula konstipasi bisa mengganggu kesehatan usus. Nafsu makan juga bisa hilang akibat ada nya konstipasi.
Tidak jarang juga konstipasi akan menyebabkan sakit perut yang akan membuat perut akan kram, dan di perut kembung juga bisa dialami pada saat terjadi nya konstipasi, di sertai juga mual dan muntah.
Oleh karena itu konstipasi akan sangat mengganggu sekali jika terjadi, maka dari itu sebaik nya langsung diatasi dengan menggunakan obat pencahar dan langkah selanjut nya melakukan pencegahan konstipasi. Pencegahan konstipasi bisa di lakukan dengan cara yang ada di bawah ini:
  1. Kurangi obat obatan kimia
Karena obat obatan kimia bisa menyebabkan konstipasi, dan akan menimbulkan efek samping lain nya pada tubuh maka dari itu pencegahan konstipasi yang tepat untuk di lakukan dengan mengurangi penggunaan obat kimia, usahakan gunakan obat herbal agar tidak akan menimbulkan efek samping.
  1. Tidak menahan buang air besar
Pencegahan konstipasi yang harus di lakukan juga yaitu dengan tidak menahan buang air besar. usahakan jika rasa alami ingin buang air besar datang segera di lakukan untuk mencegah fases akan kering. karena jika kering akan semakin sulit untuk dikeluarkan.
  1. Menjaga kesehatan mental
Menjaga kesehatan mental bertujuan agar tidak stress atau pun tidak depresi yang akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti konstipasi juga. oleh karena hal itu kesehatan mental harus di jaga dengan baik untuk pencegahan konstipasi.
  1. Penuhi serat tubuh
Tubuh selain membutuhkan nutrisi juga membutuhkan serat yang cukup, karena dengan serat yang cukup maka akan membantu fases untuk keluar dengan lancar. Makanan yang memiliki kandungan serat yang cukup juga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya.
Maka dari hal itu jika ingin buang air besar lancar maka sebaik nya penuhi nutrisi untuk tubuh sebagai pencegahan konstipasi juga dengan makanan yang memiliki serat yang bagus seperti agar agar, sayuran dan juga buah yang baik untuk kesehatan.
  1. Minum air putih
Serat memang di butuhkan oleh tubuh, dan yang tidak kalah penting lagi kebutuhan tubuh yaitu air. Air bagus untuk tubuh karena tidak akan menyebabkan kering pada kulit atau pun pada feses maka dari itu pencegahan konstipasi yang baik yaitu dengan minum air putih secara teratur.

Obat Herbal Alami Untuk penyakit Konstipasi

Konstipasi, atau yang sering disebut dengan sembelit, adalah suatu gejala, bukan penyakit, dimana feses susah keluar melalui proses defekasi (buang air besar) yang disebabkan pergerakan feses di dalam usus besar melambat sehingga menghasilkan feses yang kering dan keras.
Definisi lain tentang konstipasi yaitu feses yang kecil, kering dan keras yang tidak teratur dikeluarkan secara tidak teratur dan sering disertai dengan rasa tidak nyaman dan sakit.
Obat Herbal Alami Untuk penyakit Konstipasi
Obat Herbal Alami Untuk penyakit Konstipasi

Buang air besar yang teratur adalah beragam antar individu, yaitu pada kisaran tiga kali sehari hingga satu kali dalam 3 hari atau lebih. Berat normal feses adalah 100 hingga 200 g, dan waktu transit dari mulut hingga anus beragam dari 18 sampai dengan 72 jam, dengan rentang waktu yang normal yaitu 18 hingga 48 jam.
Penyebab Penyakit Konstipasi
Adapun beberapa penyebab dari penyakit konstipasi dapat berupa:
  1. Konstipasi juga dapat disebabkan oleh kelainan saluran GI (gastrointestinal), seperti obstruksi usus, ileus paralitik, dan divertikulitus.
  2. Kondisi neurologis yang menghambat implus saraf ke kolon (misalnya cedera pada medula spinalis, tumor) dapat menyebabkan konstipasi.
  3. Penyakit-penyakit organik, seperti hipotirodisme, hipokalsemia, atau hypokalemia dapat menyebabkan konstipasi.
  4. Kebiasaan defekasi yang tidak teratur dan mengabaikan keinginan untuk defekasi dapat menyebabkan konstipasi.
  5. Klien yang mengonsumsi diet rendah serat dalam bentuk hewani (misalnya daging, produk-produk susu, telur) dan karbohidrat murni (makanan penutup yang berat) sering mengalami masalah konstipasi, karena bergerak lebih lambat didalam saluran cerna. Asupan cairan yang rendah juga memperlambat peristaltik.
  6. Lansia mengalami perlambatan peristaltic, kehilangan elastisitas otot abdomen, dan penurunan sekresi mukosa usus. Lansia sering mengonsumsi makanan rendah serat.
Ada juga penyebab yang lain dari sumber lain, yaitu:
  • Peningkatan stres psikologi
Emosi yang kuat diperkirakan menyebabkan konstipasi dengan menghambat gerak peristaltik usus melalui kerja dari epinefrin dan sistem syaraf simpatis. Stres juga dapat menyebabkan usus spastik (spastik/konstipasi hipertonik atau iritasi colon ).
Yang berhubungan dengan konstipasi tipe ini adalah kram pada abdominal, meningkatnya jumlah mukus dan periode bertukar-tukarnya antara diare dan konstipasi.
  • Umur
Otot semakin melemah dan melemahnya tonus spinkter yang terjadi pada orang tua turut berperan menyebabkan konstipasi.
Buah Untuk Penderia Konstipasi
Beberapa buah untuk penderita konstipasi dan untuk pencegahannya:
  1. Belimbing
Buah yang jarang ada dipasaran ini, namun banyak sekali dicari oleh masyarakat karena memiliki rasa yang segar serta perpaduan manis dan sedikit asam.Ternyata, memiliki manfaat untuk melancarkan buang air besar, menurunkan kolesterol bahkan sebagai terapi penyembuhan beberapa penyakit.
  1. Apel merah
Apel dikenal sebagai buah yang kaya akan serat terutama apel merah.Serat yang terkandung di dalam apel merah termasuk serat larut dalam air, kalium dan asam organik.Sedangkan serat pada kulitnya termasuk serat larut dalam makanan.Mengkonsumsi apel merah sangat bermanfaat untuk membuat feses lebih lunak, mengurangi lemak jahat dan melancarkan buang air besar.
  1. Melon
Melon dikenal sebagai buah yang mengandung kadar air tinggi, selain semangka.Maka tidak heran jika buah ini dipercaya bisa mencegah dehidrasi dan melancarkan BAB.Tidak hanya itu melon juga bermanfaat untuk menetralkan keasaman tubuh terutama pada lambung, yang dapat menjadi kendala dalam proses pencernaan.
  1. Lemon
Lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal racun yang masuk ke dalam pencernaan. Selain itu, mengandung serat asam yang mampu melancarkan buang air besar secara alami.

Gejala Dan Bahaya Penyakit Konstipasi

Konstipasi atau sembelit ialah terhambatnya buang air besar. bisa diartikan sebagai defekasi yang jarang, hitungan feses kurang, atau fesesnya keras serta kering. Konstipasi bisa diartikan sebagai kondisi dimana membengkaknya jaringan dinding dubur yang mengandung pembuluh vena, sehingga saluran cerna seseorang yang merasakan pengerasan feses serta kesusahan buatmelaksanakan buang air besar.
Gejala Dan Bahaya Penyakit Kosntipasi
Gejala Dan Bahaya Penyakit Kosntipasi

Semua orang bisa merasakan konstipasi, terlebih terhadap lanjut umur (lansia) dampak gerakan peristaltik (gerakan serupa dengan memompa terhadap usus, red) lebih lambat serta posibilitas Karena lain yakni pemakaian obat-obatan layaknya aspirin, antihistamin, diuretik, obat penenang serta lain-lain
Kebanyakan berlangsung bila makan makananan yang kurang berserat, kurang minum, serta kurang work out. keadaan ini bertambah sakti sekali bila telah lebih dari tiga hari berturut-turut 


Penyebab Penyakit Konstipasi

Sebelum mengenali apakah pengakibat konstipasi, sebagusnya dikenal terlebih dahulu kaya gimana usus besar atau kolon bekerja. Saat sisa makanan yang sudah dicerna melalui kolon, berlangsung penyerapan air sepanjang sistem pembentukkan produk sisa metabolisme atau yang dikatakan dengan feses
Selanjutnya, otot berkontraksi serta memaksa feses keluar melewati rektum. Ketika feses Berposisi terhadap rektum, feses bersifat padat pasal beberapa besar air sudah terserap saat melalui kolon
Konstipasi berlangsung ketika kolon menyerap air secara berlebih atau ketika kontraksi otot-otot kolon melemah atau susahberkontraksi secara biasa saja. Perihal tersebut mengakibatkan pergerakan feses dalam kolon amat lambat serta hasilnya feses bisa menjadi keras serta kering sehingga susah buat dikeluarkan
Biasanya hal-hal yang mengakibatkan terjadinya konstipasi ialah kurangnya konsumsi serat dalam menu makanan sehari-hari, kurang aktif secara fisik (biasanya terhadap orang tua umur lanjut), pengaruh samping dari pengobatan, konsumsi susu, sindrom peradangan perut, pergantian pola hidup atau pergantian rutinitas layaknya hamil, penuaan serta perjalanan, penyalahgunaan obat pencahar, pengabaian keinginan buat buang air besar, dan kurangnya konsumsi cairan
Selain hal-hal yang sudah disebutkan, juga adanya sebagian pengakibat lain yaitu Kelainan metabolik serta endokrin layaknyahypothyroidism, uremia serta hypercalcemia, penyakit systemic neuromuscular yang menyebabkan penurunan guna otot-otot sadar, penyakit pembuluh darah di usus besar 

Gejala serta Bahaya Penyakit Kosntipasi
Selain kesusahan buang air besar, penderita sembelit terutama terhadap dewasa umunya merasakan gejala-gejala lainnya yaitu: perut kembung, sebah, sakit perut, merasa adanya sebuah yang menyumbat, bab berdarah, atau merasa sakit saat buang air besar
Sedangkan Sembelit terhadap bayi ditandai dengan bayi menangis saat buang air besar, menarik kaki ke arah perut, atau sampai-sampai melengkungkan punggung ketika mau buang air besar. dengan cepat mengatasi sembelit sangatlah penting, pasalkonstipasi yang terjadi lama serta sakti sekali akan memicu komplikasi, diantaranya:

Wasir
Sembelit yang terjadi lama serta kerap akan mempermudah terjadinya pelebaran pembuluh darah vena di sekitar bokong atau lebih dikenal wasir atau ambeien 


Rektum Prolaps
Rektum atau area yang lebih dalam dari bokong bisa menonjol keluar pasal feses keras terhadap sembelit 


Anal Fissure atau robeknya anus
Feses yang keras serta besar berpotensi melukai bokong hingga robek serta berdarah
Fecal Impaction


Sembelit kronis penyebabkan pengumpulan feses yang keras terjebak terhadap usus besar sehingga tak dapat dikeluarkan melewati sistem defekasi biasa 


Pengobatan Penyakit Konstipasi

Terapi buat sembelit gampang sangatlah gampang. Anda butuh mengganti gaya hidup Anda, seperti:

Konsumsi lebih banyak serat
Lebih banyak work out (minimal sebagian kali dalam seminggu)
Minum lebih banyak air (1,5 sampai 2 liter per hari)
Konsumsi lebih banyak buah atau sayuran, layaknya bayam, pepaya, atau pisang Jika mengganti gaya hidup atau makanan Anda tak berpengaruh, Anda bisa mengkonsumsi obat laksatif (pelancar BAB) dengan tidak resep. sebagian laksatif yaitu:

Suplemen serat yang berisi psyllium, metilselulosa, yang menolong mempercepat keluarnya BAB Stimulan
Laksatif osmotic
Lubrikan (pelumas)
Pelunak BAB. Laksatif ini menolong melunakkan BAB Anda Terapi lain berbentuk latihan otot pinggang Anda buat lebih santaiserta makin kencang atau bila problematika berat, memerlukan operasi.